INDONESIA · 1950–1966

Jejak Demokrasi
Indonesia.

Era Soekarno

Dari pemerintahan parlementer menuju Demokrasi Terpimpin. Menelusuri kabinet, peristiwa, dan perubahan arah politik Indonesia.

Mulai perjalanan
19501966
Potret resmi Presiden Soekarno mengenakan seragam dan peci
IR. SOEKARNOPresiden pertama Republik Indonesia
MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAHTelusuri arsip

SEBUAH REPUBLIK, DUA MASA DEMOKRASI

Masa pemerintahan Presiden Soekarno menjadi periode penting dalam perjalanan politik Indonesia. Pada masa ini, Indonesia mengalami perubahan sistem demokrasi dari Demokrasi Liberal menuju Demokrasi Terpimpin.

01 MASA PARLEMENTER

Demokrasi
Liberal.

1950 — 1959

Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri.

Demokrasi Liberal menggunakan sistem parlementer. Partai politik memiliki pengaruh besar dalam pembentukan pemerintahan, sementara dukungan parlemen menentukan keberlangsungan kabinet.

  1. 01Sistem parlementer
  2. 02Partai politik memiliki pengaruh besar
  3. 03Kabinet sering berganti

02 CATATAN PEMERINTAHAN

Kabinet Demokrasi Liberal

Enam kabinet dalam materi ini.
Pilih kabinet untuk membaca program dan hasilnya.

BerhasilCukup berhasilKurang berhasil
Para menteri Kabinet Natsir bersama Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta
Arsip Kabinet Natsir
Kurang berhasil

Kabinet Natsir

6 September 1950 – 21 Maret 1951

PERDANA MENTERIMohammad Natsir

Program & hasil
Program utama
Memperkuat keamanan, meningkatkan ekonomi, dan memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat.
Hasil
Berhasil memulihkan kondisi negara setelah RIS, tetapi jatuh karena kurang mendapat dukungan politik di parlemen.
Kategori
Kurang berhasil
Presiden Soekarno bersama para menteri Kabinet Sukiman-Suwirjo
Arsip Kabinet Sukiman-Suwirjo
Kurang berhasil

Kabinet Sukiman

27 April 1951 – 3 April 1952

PERDANA MENTERISukiman Wirjosandjojo

Program & hasil
Program utama
Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan keamanan negara.
Hasil
Mengalami konflik politik akibat kerja sama dengan Amerika Serikat melalui program Mutual Security Act (MSA), sehingga kehilangan dukungan.
Kategori
Kurang berhasil
Foto bersama anggota Kabinet Wilopo
Arsip Kabinet Wilopo
Cukup berhasil

Kabinet Wilopo

3 April 1952 – 3 Juni 1953

PERDANA MENTERIWilopo

Program & hasil
Program utama
Menjalankan reformasi pemerintahan, ekonomi, dan persiapan pemilu.
Hasil
Berhasil menjaga stabilitas pemerintahan dan mempersiapkan Pemilu 1955, tetapi berakhir akibat konflik politik dan peristiwa Tanjung Morawa.
Kategori
Cukup berhasil
Potret Ali Sastroamidjojo dari majalah Indonesian Affairs tahun 1953
Ali Sastroamidjojo · 1953
Berhasil

Kabinet Ali Sastroamidjojo I

31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955

PERDANA MENTERIAli Sastroamidjojo

Program & hasil
Program utama
Menyelenggarakan Pemilu 1955 dan memperjuangkan politik luar negeri bebas aktif.
Hasil
Berhasil melaksanakan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 dan Pemilu pertama Indonesia.
Kategori
Berhasil
Foto bersama anggota Kabinet Burhanuddin Harahap
Arsip Kabinet Burhanuddin Harahap
Berhasil

Kabinet Burhanuddin Harahap

12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956

PERDANA MENTERIBurhanuddin Harahap

Program & hasil
Program utama
Menstabilkan pemerintahan dan melanjutkan hasil Pemilu 1955.
Hasil
Berhasil menyelenggarakan Pemilu 1955 secara demokratis dan memperbaiki hubungan dengan militer.
Kategori
Berhasil
Foto bersama anggota Kabinet Ali Sastroamidjojo II
Arsip Kabinet Ali Sastroamidjojo II
Kurang berhasil

Kabinet Ali Sastroamidjojo II

24 Maret 1956 – 14 Maret 1957

PERDANA MENTERIAli Sastroamidjojo

Program & hasil
Program utama
Memperjuangkan pengembalian Irian Barat dan pembangunan ekonomi.
Hasil
Mengalami kegagalan akibat konflik politik, masalah ekonomi, dan munculnya pergolakan daerah.
Kategori
Kurang berhasil

Tanggal dan kategori mengikuti materi pembelajaran yang diberikan. Tanggal pengunduran diri kabinet dapat berbeda dengan akhir masa kerja sampai kabinet pengganti dilantik. Daftar masa kerja: Sekretariat Kabinet ↗

TITIK BALIK · 5 JULI 1959

Akhir Demokrasi
Liberal.

1959

Ketidakstabilan kabinet dan seringnya pergantian pemerintahan menyebabkan Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang mengakhiri Demokrasi Liberal dan memulai Demokrasi Terpimpin.

  1. 01Demokrasi Liberal
  2. 02Dekrit Presiden 5 Juli 1959
  3. 03Demokrasi Terpimpin

03 ARAH POLITIK BARU

Demokrasi Terpimpin

1959 — 1966

01 /

Gambaran umum

Demokrasi Terpimpin merupakan sistem pemerintahan yang memberikan peran lebih besar kepada Presiden Soekarno dalam menentukan arah politik negara.

02 /

Ciri-ciri

  • Kekuatan presiden meningkat
  • Muncul konsep Nasakom
  • Perubahan lembaga negara
  • Politik luar negeri aktif
03 /

Akhir masa

Krisis politik tahun 1965 menjadi titik perubahan besar dalam perjalanan pemerintahan Indonesia.

04 DUA SISTEM DEMOKRASI

Perbandingan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin

Pilih masa demokrasi untuk memahami karakteristiknya.

MASA PARLEMENTER

Demokrasi Liberal

1950 — 1959

Kabinet dipimpin Perdana Menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen.

Lihat detail

Demokrasi Liberal menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Dalam sistem ini kabinet dipimpin oleh Perdana Menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen.

Karakteristik

  • Parlemen memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan
  • Partai politik memiliki peran kuat
  • Kabinet sering mengalami pergantian
  • Stabilitas politik sulit tercapai

Ketidakstabilan politik inilah yang menjadi salah satu alasan munculnya perubahan menuju Demokrasi Terpimpin.

MASA DEMOKRASI TERPIMPIN

Demokrasi Terpimpin

1959 — 1966

Presiden Soekarno memiliki peran lebih besar dalam menentukan arah pemerintahan.

Lihat detail

Demokrasi Terpimpin dimulai setelah keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pada masa ini, Presiden Soekarno memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan arah pemerintahan.

Karakteristik

  • Kekuasaan Presiden semakin kuat
  • Pengambilan keputusan lebih terpusat
  • Muncul konsep Nasakom
  • Peran lembaga politik mengalami perubahan

Perubahan ini menjadi akhir dari Demokrasi Liberal dan awal masa Demokrasi Terpimpin.

05 UJI PEMAHAMAN

Kenapa Demokrasi Liberal berubah?

Pilih jawaban yang paling tepat.

Apa faktor utama perubahan Demokrasi Liberal menuju Demokrasi Terpimpin?

06 TOKOH & PERANNYA

Tokoh kunci masa demokrasi

Pilih tokoh untuk melihat informasi.

01 /SoekarnoPresiden pertama Republik IndonesiaKenali tokoh

Soekarno

Presiden pertama Indonesia yang mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan menjadi tokoh utama dalam penerapan Demokrasi Terpimpin.

02 /Mohammad NatsirPerdana Menteri Kabinet NatsirKenali tokoh

Mohammad Natsir

Mohammad Natsir merupakan Perdana Menteri pertama pada masa Demokrasi Liberal melalui Kabinet Natsir.

03 /Ali SastroamidjojoTokoh Kabinet Ali dan KAA 1955Kenali tokoh

Ali Sastroamidjojo

Ali Sastroamidjojo memimpin kabinet yang berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Klik tokoh untuk melihat informasi.

07 MENARIK BENANG MERAH

Kesimpulan perjalanan demokrasi Indonesia.

Pada masa Demokrasi Liberal (1950–1959), Indonesia menggunakan sistem parlementer. Namun, sering terjadi pergantian kabinet dan konflik politik yang menyebabkan pemerintahan kurang stabil.

Ketidakstabilan tersebut mendorong Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang mengakhiri Demokrasi Liberal.

Setelah itu Indonesia memasuki masa Demokrasi Terpimpin (1959–1966), di mana kekuasaan Presiden menjadi lebih besar dalam menentukan arah pemerintahan.

09 TONTON & PELAJARI

Media
pembelajaran

Melanjutkan perjalanan sejarah melalui video.

Buka video di YouTube

Video memerlukan koneksi internet. Jika pemutar tidak tersedia, gunakan tautan YouTube.